salam

Senin, 17 Oktober 2016

MENDIDIK ANAK ALA RASULULLAH

     
    Menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah dan sepele. Apalagi sengaja disepelekan tanpa mau mencri ilmu tentang parenting. Saat kita mengemban amanah sebagai orang tua, maka banyak konsekuensi yang harus diemban baik secara moril maupun materil. anak adalah tanggung jawab dunia dan akhirat baik bagi ayah maupun ibunya.

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (QS. an-Nisaa’ : 9)

          Ayat diatas menjadi alasan kenapa kita harus banyak belajar dan terus belajar tentang mendidik anak, agar kelak ketika harus pergi selamanya, kita tidak akan meninggalkan generasi yang "lemah". Begini cara Rasulullah mendidik anak :

1. Rasulullah senang bermain-main (menghibur) dengan anak-anak dan kadang-kadang beliau memangku mereka. Beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas r.a. untuk berbaris lalu berkata, “ Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).”merekapun berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuannya lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.

2. Ketika ja’far bin Abu Tholib r.a, terbunuh dalam peperangan mut’ah, Nabi Muhammad SAW, sangat sedih. Beliau segera datang ke rumah ja’far dan menjumpai isterinya Asma bin Umais, yang sedang membuat roti, memandikan anak-anaknya dan memakaikan bajunya. Beliau berkata, “Suruh kemarilah anak-anak ja’far. Ketika mereka datang, beliau menciuminya. Sambil meneteskan air mata. Asma bertanya kepada beliau karena telah mengetahui ada musibah yang menimpanya.

3. “Wahai rasulullah, apa gerangan yang menyebabkan anda menangis? Apakah sudah ada berita yang sampai kepada anda mengenai suamiku Ja’far dan kawan-kawanya?” Beliau menjawab, “Ya benar, mereka hari di timpa musibah.” Air mata beliau mengalir dengan deras. Asma pun menjerit sehingga orang-orng perempuan berkumpul mengerumuninya. Kemudian Nabi Muhammad SAW. kembali kepada keluarganya dan beliau bersabda, “janganlah kalian melupakan keluarga ja’far, buatlah makanan untuk mereka, kerena sesungguhnya mereka sedang sibuk menghadapi musibah kematian ja’far.”

4. Ketika Rasulullah melihat anak Zaid menghampirinya, beliau memegang kedua bahunya kemudian menagis. Sebagian sahabat merasa heran karena beliau menangisi orang yang mati syahid di peperangan Mut’ah. Lalu Nabi Muhammad SAW. pun menjelaskan kepada mereka bahwa sesungguhnya ini adalah air mata seorang kawan yang kehilangan kawannya.

5. Al-Aqraa bin harits melihat Nabi Muhammad SAW. mencium Al-Hasan r.a. lalu berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi aku belum pernah mencium mereka.” Rasulullah bersabda, “Aku tidak akan mengangkat engkau sebagai seorang pemimpin apabila Allah telah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu. Barang siapa yang tidak memiliki rasa kasih sayang, niscaya dia tidak akan di sayangi.”

6. Seorang anak kecil dibawa kepada Nabi Muhammad SAW. supaya di doakan dimohonkan berkah dan di beri nama. Anak-anak tersebut di pangku oleh beliau. Tiba-tiba anak itu kencing, lalu orang-orang yang melihatnya berteriak. Beliau berkata, “jangan di putuskan anak yang sedang kencing, biarkanlah dia sampai selesai dahulu kencingnya.”

Beliau pun berdoa dan memberi nama, kemudian membisiki orang tuanya supaya jangan mempunyai perasaan bahwa beliau tidak senang terkena air kencing anaknya. Ketika mereka telah pergi, beliau mencuci sendiri pakaian yang terkena kencing tadi.

7. Ummu Kholid binti kho'id bin sa’ad Al-Amawiyah berkata, “Aku beserta ayahku menghadap Rasululloh dan aku memakai baju kurung (gamis) berwarna kuning. Ketika aku bermain-main dengan cincin Nabi Muhammad SAW. ayahku membentakku, maka beliau berkata, “Biarkanlah dia.” Kemudian beliau pun berkata kepadaku, “bermainlah sepuas hatimu, Nak!

8. Dari Anas, diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW. selalu bergaul dengan kami. Beliau berkata kepada saudara lelakiku yang kecil, “Wahai Abu Umair, mengerjakan apa si nugair (nama burung kecil).”

9. Nabi Muhammad SAW. melakukan shalat, sedangkan Umamah binti zainab di letakkan di leher beliau. Di kala beliau sujud, Umamah tersebut di letakkanya dan bila berdiri di letakkan lagi dil leher beliau. Umamah adalah anak kecil dari Abu Ash bin Rabigh bin Abdusysyam .

10. Riwayat yang lebih masyhur menyebutkan, Rasulullah pernah lama sekali sujud. dalam shalatnya, maka salah seorang sahabat bertanya,” Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda lama sekali sujud, hingga kami mengira ada sesuatu kejadian atau anda sedang menerima wahyu. Nabi Muhammad SAW, menjawab, “Tidak ada apa-apa, tetaplah aku di tunggangi oleh cucuku, maka aku tidak mau tergesah-gesah sampai dia puas.” Adapun anak yang di maksud ialah Al-Hasan atau Al-Husain Radhiyallahu Anhuma

11. Ketika Nabi Muhammad SAW. melewati rumah putrinya, yaitu sayyidah fatimah r.a., beliau mendengar Al-Husain sedang menangis, maka beliau berkata kepada Fatimah, “Apakah engkau belum mengerti bahwa menangisnya anak itu menggangguku.” Lalu beliau memangku Al-Husain di atas lehernya dan berkata, Ya Allah, sesungguhnya aku cinta kepadanya, maka cintailah dia.

Ketika Rasulullah SAW. sedang berada di atas mimbar, Al-Hasan tergelincir. Lalu beliau turun dari mimbar dan membawa anak tersebut.

12. Nabi Muhammad SAW. sering bermain-main dngan Zainab binti Ummu Salamah r.a. beliau memanggilnya, “Hai Zuwainib, hai Zuwainib berulang-rulang.”

13. Nabi Muhammad SAW. sering berkunjung ke rumah para sahabat Anshar dan memberi salam pada anak-anaknya serta mengusap kepala mereka.

14. Diriwayatkan, pada suatu hari raya Rasulullah SAW. keluar rumah untuk menunaikan shalat ID. Di tengah jalan, beliau melihat banyak anak kecil sedang berman dengan gembira sambil tertawa-tawa. Mereka mengenakan baju baru, sandal mereka pun tampak mengkilap. Tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada salah seorang yang sedang duduk menyendiri dan sedang menangis tersedu-sedu. Bajunya kompang-kamping dan kakinya tiada bersandal. Rasulullah SAW, pun mendekatinya , lalu di usap-usap anak itu mendekapya ke dadabeliau seraya bertanya, “mengapa kau menangis, Nak .” Anak itu hanya menjawab, “biarkanlah aku sendiri.” Anak itu belum tahu bahwa orang yang ada di hadapannya itu adalah Rasulullah SAW. yang terkenal sebagai pengasih. “Ayahku mati dalam suatu pertempuran bersama Nabi,” lanjut anak itu.

“Lalu ibuku kawin lagi. Hartaku habis di makan suami ibuku, lalu aku di usir dari rumahnya. Sekarang, aku tak mempunyai baju baru dan makanan yang enak. Aku sedih meihat kawan-kawanku bermain dengan riangnya itu.”

Baginda Rasulullah SAW. lantas membimbing anak tersebut seraya menghiburnya, “Sukakah kamu bila aku menjadi bapakmu, Fatimah menjadi kakakmu, Aisyah menjadi ibumu, Ali sebagai pamanmu, Hasan dan Husain menjadi saudaramu?” Anak itu segera tahu dengan siapa ia berbicara. Maka langsung ia berkata, “mengapa aku tak suka, ya Rasulullah?” kemudian, Rasulullah SAW, pun membawa anak itu ke rumah beliau, dan di berinya pakaian yang paling indah, memandikannya, dan memberinya perhiasan agar ia tampak lebih gagah, lalu mengajak makan.

Sesudah itu, anak itu pun keluar bermain dengan kawan-kawannya yang lain, sambil tertawa-tawa sambil kegirangan. Melihat perubahan pada anak itu, kawan-kawannya merasa heran lalu bertanya, “Tadi kamu menagis, mengapa sekarang bergembira?” jawab anak itu, tadi aku kelaparan, sekarang sudah kenyang. Tadi aku tak mempunyai pakaian, sekarang aku mempunyainya, tadi aku tak punya bapak, sekarang bapakku Rasulullah dan ibuku Aisyah.” Anak-anak lain bergumam, Wah, andaikan bapak kita mati dalam perang.” Hari-hari berikutnya, anak itu tetap di pelihara, oleh Rasulullah SAW. hingga beliau wafat.

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun masing-masing ada kebaikan” (H.R. Muslim).

Begitulah cara RAsulullah mendidik dan memperlakukan anak-anaknya. Jika bukan pada Rasulullah kita mengambil panutan, lalu pada siapa lagi? sebaik baik manusia, ayah, guru adalah Rasulullah...
Wallahu'alam..




Rabu, 12 Oktober 2016

RINDU KAMI PADAMU KAKEK




Ayah...
Masih segar goresan luka kepergianmu
Masih membayang kenangan indah masalalumu
Kini semua benar2 telah berlalu
Sedih ini bercampur pilu
Tangis ini bercampur rindu
Sesungguhnya kami …….
masih butuh kasih sayangmu
masih ingin dipelukanmu
namun,,,apalah daya kami
kini kami hanya bisa memandang nisanmu
mengenang jasa dan kebaikanmu
menuruti semua nasihatmu

Ayah...
Tak terasa begitu cepat waktu berlalu
Sungguh sangat Kami rindukan masa-masa seperti dulu..
disaat kau ada dikehidupn Kami

Meskipun kini kau jauh ada disana..
Kami yakin kau sedang bahagia
Karena telah melihat anak Dn cucumu tumbuh besar menjadi sosok pribadi sepertimu., Tegas, berwawasan, dan berjiwa kasih.

Ayah...
Do’a kami ini mengiringi perjalananmu
Semoga Tuhan mengampuni dosa2mu
Semoga Tuhan menerima amal ibadahmu
Dan semoga tempat yang layak ditujukan untumu
Kami,,, slalu menyayangimu

Yaa Rabb...
Ampunilah Segala dosanya, Limpahkanlah Rahmat-Mu kepadanya, Terimalah Amal Ibadahnya, Muliakanlah Tempatnya, lapangkangkanlah kuburnya, jauhkan ia dari fitnah kubur dan tempatkan ia disisiMu yang terindah.


Selasa, 17 Maret 2015

20 Bulanmu Buah Hatiku

17 Juli 2013 - 17 Maret 2015.



20 bulan sudah kau mengukir cerita dalam kehidupanku.
Banyak suka dan duka yang telah kita lalui bersama,
dan tak sedikit pula kebahagiaan yang telah kau bawa dalam kehidupanku. 
sejak kau hadir dalam hidupku, smua terasa lebih berwarna 
dan membuatku semakin bersemangat untuk memberikan yang terbaik untukmu 
agar kau selalu tersenyum dan tumbuh dengan optimal.

Gigimu mulai tumbuh saat kau berusia 5 bulan nak. saat itu ibu semakin bersemangat memberimu camilan berupa biskuit bayi dengan tujuan untuk semakin merangsang pertumbuhan gigimu. saat itu kau sangat bersemangat menggigit biskuitmu sedikit demi sedikit hingga tiada yang tersisa nak. hal yang membuat ibu terharu adalah saat kau menyuaipi biskuit yang telah penuh dengan air liurmu ke mulut ibu. Tak terasa air mata ibu menetes nak. :(

Di usiamu yang ke 20 bulan ini nak, begitu banyak perubahan yang terjadi padamu. Bayi mungil yang dahulu selalu menangis karena lapar dan ingin minum susu kini sudah tumbuh menjadi anak yang begitu cerdas dan lincah. Saat kau berusia 8 bulan kau sudah mampu berdiri diatas kakimu sendiri, dan di usiamu yang ke 11 bulan 1 hari kau telah mampu berjalan. kau tau, betapa bahagianya ibu saat itu, bahkan saking senang dan terharunya ibu sampai meneteskan air mata.

Saat usiamu menginjak 13 bulan kau semakin pandai mengucapkan kata2 walaupun hanya ekor-ekornya saja. tapi ibu sangat bahagia na. ibu berusaha memahami setiap ucapanmu karena ibu tak ingin melewatkan satu katapun yang keluar dari mulutmu tanpa ibu mengerti. ibu ingin mengerti semua yang kau ucapkan agar ibu dapat memberikan apa yang kau inginkan dan ucapkan. dan hal yang paling membahagiakan adalah saat pertama kali kau mampu memanggilku dengan sebutan "IBU". Ibu kembali menangis nak, rasanya aku bangga saat mendengarmu memanggilku dengan sebutan "ibu". segala lelah, resah, gelisah, amarah, gundah semua hilang saat mendengarmu memanggilku dengan sebutan "IBU". @_@

Dan saat usiamu 16 bulan, kau sudah banyak memahami perintah, ucapan, ajakan, larangan, nasehat dengan sangat baik. kau mengerti saat ibu meminta tolong padamu untuk mengambilkan barang yang ada didekatmu, kau mengerti saat ibu memintamu membuka mulut agar dapat menyuapimu makan, kau dapat mengerti saat ibu memintamu tidak melakukan sesuatu yang membahayakanmu, dan kau mengerti saat ibu mengajakmu pergi kesuatu tempat dan melakukan segala sesuatu yang menyenangkan berdua. dan yang membuat ibu kembali menangis adalah saat kau selalu dapat membuat ibu kembali merasa nyaman di tengah kesedihan dan kelelahanku. kau seolah mengerti bahwa ibu sedang sedih dan gundah,, dan saat itulah kau menampilkan aksi-aksi lucumu yang membuat ibu kembali merasa nyaman. Terima Kasih Sayaaaaang :*

Rabu, 25 Februari 2015

ZIYAD KESAYANGANKU (Part 1)

Ya Allah....
Tak terasa anak ibu dah besar sekarang. Sudah bisa melakukan banyak hal dan mengerti apa yang ditanyakan dan apa yg ibu minta tolong. :) Barakallah sayang.

Ibu bangga menjadi ibu mu sayang.....
ibu sungguh merasa bersyukur. Selama ibu hamil, ibu sama sekali tak merasakan berat atau kesusahan yang berarti karenamu sayang. padahal saat itu kondisi ekonomi keluarga kita bisa dibilang pas-pasan, namun dalam pikiran ibu dan abi, tak ada yang lebih penting dari kesehatanmu dan perkembanganmu dalam perut ibu sayang. Kau sangat kuat nak, sangat mampu bertahan dalam kondisi berat sekalipun. semoga kelak kau bisa menjadi anak yang bisa menempatkan diri dimanapun dan merasakan kesusahan orang lain disekitarmu.

Ibu tau kau sangat mengerti dan menyayangi ibu nak. hingga saat ibu akan melahirkanmu, sakit yang ibu rasakan tak selama yang dirasakan orang lain hingga kau bisa lahir ke dunia ini. saat perut ibu sakit, perasaan ibu campur aduk nak, bahagia karna akan segera berjumpa dengamu, haru karena akan segera menjadi seorang ibu, sedih karena mengingat begitu banyak dosa ibu terhadap org lain terutama kepada nenek dan kakekmu, khawatir karena ini adalah proses pertarungan hgidup dan mati ibu karena 40 urat syaraf ibu harus putus untuk menghadirkanmu kedunia.


di bulan ramadhan tanggal 17 Juli 2013, tepat saat adzan ashar berkumandang pukul 15.38 ibu melahirkanmu secara normal dengan berat 3,1 kg dan panjang 49 cm. tangisan pertamamu membuat mata ibu tak bisa menahan air mata yang tumpah kepipi ini nak. ibu merasa sangat saat pertama kali diperlihatkan wajah mungilmu yang sangat polos dan lucu. tangisanmu yang sangat keras memenuhi ruangan rumah sakit hingga penunggu rumah sakit yang lain pun kaget nak. kau menangis mungkin karena perutmu lapar, dan saat ibu menyuapi susu padamu dengan sendok (karena belum bisa menyedot ASI) kau terlihat sangat lahap sayang. Kau memang anak yang pintar dan cepat belajar sayang, karena dengan muda kau belajar dan bisa menyedot ASI sendiri. ibu bangga padamu Nak. :*



#Bersambung.....

Jumat, 05 Desember 2014

ALLAH-KU

  "ALLAH TIDAK AKAN MENGUJI HAMBANYA MELEBIHI BATAS KEMAMPUANNYA"

Menjadi seorang yang "berbeda" itu memang membuat risih. Akan banyak mata yang menatap kita dengan sinis, memandang kita sebagai seorang yang amat bersalah dan penuh dosa. Bahkan seorang teman dan sahabat yang dipercaya pun akan bisa menjadi musuh yang amat kejam, bagaikan "duri dalam daging". inilah yang terkadang membuat kita merasa tak kuat dan bahkan jatuh tersungkur karena merasa sendiri saat menghadapi masalah. berharap adanya seseorang yang mau menyediakan bahunya sbg tempat menyandarkan kepala saat menangis, atau ada tangan yang kemudian menggenggam bahu ini dengan kuat dan mulut yang selalu memotivasi dan tak pernah luput menyebut nama kita dalam setiap do'a-do'anya.
Akan tetapi, ujian dan cobaan dari Allah itu memang harus ada dan dihadapi dengan sabar dan syukur. karna inilah tahapan yang akan membuat kita semakin kuat dan tangguh menatap hidup kita selanjutnya.
karena Allah sudah berjanji dalam Q.S Al Insyirah : 5-6
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan... "

Yang jelas, banyak ibrah yang bisa diambil dari setiap masalah yang dihadapi.
  • Dengan adanya teman dan sahabat yang menjauh saat masalah mendera, artinya Allah sedang menunjukkan mana saudara dan sahabat sesungguhnya dan sahabat yang hanya mau enaknya saja alias "tidak tulus".
  • Saat banyak orang bertanya dan memandang remeh diri kita, setidaknya kita sedang diajari oleh Allah bagaimana menjadi pribadi yang sabar dan lapang dada. bijak dalam bertutur kaak lupurta dan menanggapi stiap cemoohan dan tatapan sinis dengan senyum tulus.
  • Ketika masalah itu datang, artinya Allah masih menyayangi kita dan berharap kita semakin dekat denganNYA. tak luput dari mengingat dan menyebut namaNYA dalam stiap helaan nafas.
inilah nikmatnya ujian dan cobaan dariNYA. meski hati dan perasaan ini terkoyak dan hancur, namun saat Allah menjadi orientasi dan tujuan hidup kita, semua menjadi sangat ringan. SANGAT.SANGAT.RINGAN!

ALLAH,ALLAH,ALLAH.!!!
slalu kuatkan hamba dalam memikul stiap ujian dan cobaan dariMU. teguhkan iman dalam hati hamba, dan jangan pernah KAU cabut hidayah ini dari hati hamba. AAMIIIN. 

Minggu, 30 November 2014

Surat untuk Putraku M. Ziyad Ramadhan

sayang, tahukah kau?
bunda teramat menyayangimu melebihi diri bunda sendiri. tak ada kemarahan yg mlbihi kemarahan bunda ketika melihat kau diganggu atau dijaili oleh kawanmu.



tahukah kau pageran kecilku?
sewaktu bunda mengandungmu, bunda teramat senang, sehingga sakit atau beratnya beban yg bunda bawa krn mengandungmu tak bunda hiraukan. bahkan walaupun banyak orang yg menggunjinng dan membicarakan bunda, tak bunda hiraukan. smua karena kau adalah hal yg paling bunda nantikan.


buah hatiku sayang....
sgala kesakitan dan kegundahan menjelang kelahiranmu (17 juli 2013) terobati ketika tangis itu keluar dari mulut mungilmu. tak ada yg lain yang pertama kali bunda cari, melainkan engkau anakku. bunda melihat semua detail lekuk tubuhmu dengan teliti, hanya untuk memastikan bahwa kau terlahir dengan sempurna dan tak kurang suatu apapun. bunda bahagia sekali sayang, sangat bahagia.


ziyad kecilku yang sholeh.....
ketika smua ujian semakin bertubi-tubi menerpa keluarga kecil kita, kau adalah obat mujarab yag mampu membuat bunda kembali tersenyum dan optimis menatap masa depan. bunda tau bahwa masa depanmu adalah yang paling utama. kebahagiaanmu adalah yang nomor satu. pertumbuhan dan perkembanganmu harus optimal!! itulah yang membuat bunda kuat.


ziyad permata hatiku.....
ketika ketuk palu itu berbunyi, sejujurnya bunda menangis dalam stiap sujud dan doa bunda sayang. bunda berpikir bagaimana engkau aka tumbuh dan menjalani hidup tanpa didampingi seorang ayah. bunda slalu menyalahkan diri bunda sendiri sayang. bunda merasa sangat berdosa kepadamu. namun, bunda yakin kau akan slalu dalam dekapanNya, dan bunda akan berusaha mendidikmu sebaik mungkin sehingga engkau tumbuh tanpa merasakan hilangnya satu dimensipun dalam hidupmu.


putra kecilku....
bunda membuat tulisan ini dengan harapan kelak ketika kau sudah mengerti arti hidup yg sesungguhnya kau akan bisa mengambil hikmah dari kisah hidup bunda. bunda tak ingin kau membenci bunda sayang. bunda mohon maafkanlah sgala kesalahan bunda yang membuatmu begini saat ini sayang. peprcayalah, bunda melakukan ini karena ingin engkau bahagia. semoga langkah yg bunda ambil tidaklah salah.


sayangku, kebanggaan hatiku.....
kebahagiaanmu adalah kebahagiaan bunda, dan tangismu adalah kepedihan yg meyayat hati bunda. tumbuhlah menjadi anak yang kuat dan tegas dalam pendirian dan iman islam. kau adalah harapan bunda. tabungan yang kelak akan menyelamatkan bunda dari siksa api neraka. tumbuhlah menjadi manusia yang matang dan sholeh. TUNAIKAN KEWAJIBANMU KEPADA ALLAH DAN BERIKAN HAK-HAK ALLAH. maka Allah akan senantiasa menyayangi dan menyertai setiap langkahmu sayang. semoga Allah selalu menjagamu kapanpun dan dimanapun kau berada. aamiin.



kota bima, 23 Juli 2014

Minggu, 28 September 2014

MARI SALING MENGINGATKAN



"bahkan jika orang lain terlihat lebih bahagia dan lebih beruntung pun HARUS tetap bersyukur. karena stiap yang kita dapatkan adalah yang TERBAIK. so,,,, JALANI, NIKMATI, SYUKURI & ambil HIKMAHNYA."


"An-Nu’man bin Basyir r.a. berkata: Aku telah mendengar Nabi SAW. bersabda: Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka di hari kiamat, ialah orang yang di bawah telapak kakinya diletakkan bara api yang dapat mendidihkan otaknya. (Bukhari, Muslim)."

"Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. (Ali bin Abi Thalib)."

"Dari Umar bin Khattab RA, ia berkata, “Saya mendengar Rassulullah SAW bersabda, ‘Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian seperti seekor burung, pagi-pagi ia keluar dari sarangnya dalam keadaan lapar dan pulang disore hari dalam keadaan kenyang “ (HR.Ahmad dan Turmuzi)."

"Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya). Dan bila kamu ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.”(An-Nahl: 53)"

"Tidak akan bergeser tapak kaki seorang hamba pd hari Kiamat, sampai ia ditanya tentang 4 perkara. (Yaitu): tentang umurnya utk apa ia habiskan, tentang jasadnya utk apa ia gunakan, tentang hartanya darimana ia mendapatkannya & kemanakah ia meletakkannya, & tentang ilmunya, apakah yg telah ia amalkan“. [HR At Tirmidzi & Ad Darimi]."