salam

Selasa, 05 Juni 2012

KENAPA HARUS MINDER??
 oleh Yuni Dou Mbozo

Saat perasaan itu kembali muncul. ya perasaan minder akan diri sendiri baik dari segi kemampuan, maupun kapasitas. Semua menjadi dilema yang semakin lama menjadi seperti bola salju yang semakin lama di biarkan akan semakin membesar dan menghancurkan diri sendiri.

Allah sudah menciptakan kita sebagai manusia yang istimewa dan tang terbaik seperti dalam firman-NYA:

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah….” (Q.S. Ali-‘Imran : 110)

perasaan minder ini bisa muncul karena beberapa hal antara lain:
PERTAMA,adanya perasaan bahwa diri kita tidak berguna dan tidak memiliki peran besar dalam suatu forum atau keadaan, padahal jika di lihat posisi kita juga merupakan posisi yang strategis (paling tidak itu menurut pandangan orang lain). Nah, untuk mengatasinya, tentulah dengan menghilangkan perasaan-perasaan itu dari hati kita. setiap kita memiliki peranan masing-masing dalam suatu oerganisasi atau forum. tidak akan sama dan tidak mungkin akan sama. seperti sebuah bangunan, akan ada yang menjadi atap, dinding, pondasi, tiang, dll. semuanya memiliki peran yang berbeda, namun dengan tujuan yang sama yaitu untuk menjadikan rumah tersebut terlihat indah.

KEDUA, adanya perasaan bahwa setiap tugas dan pekerjaan yang dilakukan sia-sia dan tidak pernah di anggap penting oleh pimpinan atau orang-orang dalam forum atau organisasi tersebut. Luruskanlah niat dan ikhlaskan hati kita dalam melakukan setiap aktivitas hanya untuk Allah. Disaat pekerjaan yang telah diselesaikan dan berbagai tugas yang telah dilaksanakan tak di lihat oleh orang lain, maka yankinlah bahwa Allah Maha Melihat dan sgala aktivitas kita tak pernah luput dari penjagaanNYA. lalu apa yang bisa kita. perasaan inilah yang akan melahirkan loyalitas yang tinggi terhadap pekerjaan kita, karena orientasi kita bukanlah untuk di lihat atau di apresiasi oleh pimpinan atau teman-teman, namun untuk dinilai oleh Allah.

"Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (At-Taubah:105)

KETIGA, adanya perasaan bahwa banyak hal yang tidak kita ketahui padahal kita berada dalam organisasi tersebut. Teruslah berpositif thinking dan memandang bahwa tidak semua hal dan kondisi perlu kita ketahui hingga bagian dalamnya. ada kalanya kita hanya boleh mengetahui bagian sampulnya saja, sebab ketika kita mengetahui bagian dalamnya akan membuat kita tidak sanggup mengerjakan tugas-tugas kita karena beratnya beban yang harus di pikirkan. yang harus kita lakukan adalah menyelesaikan tugas yang sudah ada dan memang menjadi tugas kita.

KEEMPAT, adanya perasaan bahwa anggota tim yang lain sepertinya sibuk, sedangnkan saya biasa saja. Perasaan pada umumnya berhubungan dengan penyebab ke tiga di atas. karena banyaknya hal yang tidak kita ketahui, maka kitapun akan bingung harus mengerjakan apa setelah pekerjaan yang satu selesai. apalagi jika pimpinan anggota tim yang lain tidak pernah memberikan arahan mengenai tugas yang harus kita lakukan, maka yang kita dapatkan hanyalah kebingungan. jadi, untuk menghilangkan kebingungan dan rasa jenuh, maka alihkan konsentrasi dan pikiran kita pada pekerjaan lain yang memang kita pahami dan senangi. akan tetapi kita harus tetap menyiapkkan semangat dan energi kita untuk menyelesaikan tugas yang seharusnya kita kerjakan (saat kita dibutuhkan unk menyelesaikan tugas organisasi).

Namun apapun itu, solusi yang paling tepat dalam menyelesaikan permasalahan diatas adalah komunikasi. ketika merasa tidak nyaman dan tiak optimal serta bingung dalam suatu organisasi, maka komunikasikanlah. sebelum rasa minder itu mengakar dan mendarah daging dalam diri kita. apalagi sampai memiliki pikiran negatif dan membicarakan saudara se tim kita dibelakangnya. astagfirullah...

jadi,,, tak boleh lagi ada kata minder dalam kamus hidupmu!!
ayo semangat berbenah dan memperbaiki diri. Semoga Allah memrahmati setiap aktivitas kita. aamiin..

wallahu'alam...

Rabu, 30 Mei 2012

SEMUANYA ADALAH PROSES


Semangat seharusnya tidak hanya menjadi retorika yang tak nampak hasilnya. namun harus terlihat wujud dari semangat itu paling tidak dalam bentuk tindakan. Terkadang seseorang pun dapat menemui puncak kejenuhannya. Bukan karena tidak ingin lagi berada di "jalan ini", bukan pula karena kecewa atau sakit hati. Bisa jadi di saat ini ia sedang memikirkan banyak hal untuk dakwah dan umat ini, namun ia bingung bagaimana merealisasikannya. Saat ia mulai menuangkan buah pikirannya dalam bentuk aksi yang nyata, ternyata semua itu hanya menjadi sesuatu yang sia-sia dan tidak ada manfaatnya.

"salah anda sendiri kenapa tidak mengungkapkan dan mengkomunikasikannya terlebih dahulu?"

lalu yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, "seberapa kali kita sudah mendengarkan orang tersebut?", "sudah berapa kali kita meluangkan waktu untuk menjelaskan apa yang ingin kita kerjakan, sehingga ia mengetahui rencana ia yang mana yang sesuai dengan rencana kita?".

Terkadang kita terlalu sibuk dengan aktivitas dan tugas kita masing-masing. kita tidak melihat kebelakang, bahwa ada saudara-saudara kita yang sampai terseok-seok untuk sampai pada titik yang sama dengan kita. Perjuangannya pun tak kalah berat dengan kita. Meski memang apa yang ia kerjakan tak seberapa (red: menurut mata kita), namun perjuangannya untuk bertahan di sini dengan kondisi yang sungguh "tidak enak" itu lebih berat. bisa saja ia tergoda dengan rayuan "dunia luar" yang menjanjikan kenyamanan, tapi tidak ia lakukan karena ia masih ingin merasakan perjuangan dan suka duka dalam dakwah.

pertanyaan kemudian; "apa yang bisa kita lakukan untuk membantunya? apakah cukup dengan hanya menengok ke belakang, kemudian berbalik dan kembali berlari?"

bukan hanya itu yang ia butuhkan. ia butuh semangat dari kita, ia butuh petunjuk dari kita, sehingga saat ia tak lagi melihat kita didepannya, ia tetap tau harus melangkah kemana. dan yang paling penting adalah ia butuh teman. teman yang memapahnya, meringankan bebannya, membantunya bangkit dan berdiri bahkan berlari kembali.

kompleks memang, namun begitulah berjamaah. banyak hal yang harus kita korbankan, hingga sampai pada perasaanpun harus siap untuk dikorbankan. Jangan pernah beranggapan bahwa diri kita adalah yang paling superior, sehingga ketika saudara kita yang lain merasa kehilangan arah lalu kita mencemoohnya dan menganggap ia tak kreatif dan tidak militan.
Astagfirullah.. @.@
semoga Allah mengampuni dan merahmati setiap aktivitas kita.

Selasa, 29 Mei 2012

== SYUKURKU ==
yuni dou mbozo

Alhamdulillah...
 Tiada kata yang patut ku ucapkan selain kata itu.
Syukur atas nikmat iman yang masih terpatri dihati hingga saat ini.
Syukur atas nikmat sehat dan keluarga yang selalu mencinta.
Syukur atas berbagai amanah yang selalu menjagaku dari kefuturan dan waktu yang sia-sia.
Syukur atas nikmat akal untuk merenungkan berbagai kejadian dan mengambil hikmah dari itu semua.
Serta nikmat merasaka suka duka dalam dakwah dan berukhuwah.


Ukhuwah...

Betapa keindahan dalam berukhuwah itu bukan hanya sekedar senyum dikala berjumpa, atau tertawa bersama dikala senang. Yang paling utama adalah saling menasehati dikala khilaf dan lupa.

Tidakkah itu amat mudah kawan? Bahkan sangat mudah. Namun  entah sudah sejauh mana kita sendiri mengaplikasikan firman Allah dlm Q.S. Al Ashr itu.


hari ini kumerasakan betapa kasih sayang Allah itu sangat luas, dan ia tunjukkan padaku melalui kasih sayang hamba-hambaNYA padaku. Alhamdulillah. disaat aku melakukan suatu kesalahan, maka ia menggerakkan hati seseorang untuk menegurku secara langsung. Tanpa ada jeda waktu. Kembali kuucapkan Alhamdulillah...


jazakillah ukhti...

saat dzon-dzon dihatimu muncul kuingin itu tak hanya tersimpan dalam hatimu. Katakanlah, tanyakanlah.. karna terkadang bahkan lebih sering kita hanya melihat sebagian kecil dari pecahan puzle2 yang belum tersusun dengan sempurna. Tidak pernah kusalahkan dzon itu, karna dengan dzon itulah ku dapat mengerti betapa engkau sangat menyayangi dan perhatian padaku. Dan dengan dzon itu pula semoga kau bisa mengambil pelajaran dan semakin memahami bagaimana diriku.

Ukhti...

Jangan kau anggap genangan air mata yang menetes tadi karna hatiku sakit dengan perkataanmu. Tidak sama sekali. Bahkan airmata itu menetes karna kesyukuran yang tiada pernah bisa kuucapkan. Seandainya saja kita hanya berdua, ingin aku memelukmu dengan sangat erat, erat sekali. Hingga dapat kurasakan degup jantung dan pesona ikhlasmu dalam menjaga izzahku.


Ukhti...

Jangan pernah meminta maaf atas sikapmu padaku, akulah yang seharusnya meminta maaf karna telah membuatmu berpikiran buruk tentang diriku. Aku yang seharusnya meminta maaf karena belum bisa menjadi saudara yang dapat kau percaya. Saudara yang kau anggap dapat menjaga rahasia. Saudara yang kau anggap dewasa dalam bersikap.


Ukhti..

Aku dengan segala keterbatasanku, hanya ingin membuat kalian nyaman berada disampingku. Membuat kalian mengingat Allah saat bertemu denganku. Membuat kalian bersemangat saat mendengar ucapanku. Semua ingin kulakukan dengan caraku yang apa adanya. Tanpa kepura2an.
 “bukanlah saudaramu jika masih ada kepura-puraan”

uhibbukumfillah....
semoga Allah menguatkan ikatan ini dan menjaga keistiqomahan kita. aamiiin...
MEMORI INDAH ITU

Ngotak ngatik note, hasilnya mnemukan tulisan yang dibuat oleh seorang teman sebagai hadiah milad. senyum2 aja saat membaca ulang note ini. jadi pengen pulang dan ketemu.

SAAT KUPU-KUPU HINGGAP DI BUNGA MATAHARI

“Yuni…” sahutmu ramah sambil mengulurkan tangan,
“Rurin!” ujarku seraya menyalami tanganmu
Terminal Dara, tiga tahun yang lalu.


Masihkah kau ingat masa itu??! Saat kita pertama kali berjumpa, berjabat tangan dan menyebut nama. Terminal Dara tempat kita bertemu dan berpisah, jarak yang teramat jauh, Bogor-Bima. Hanya sepuluh menit kita berbagi senyum ramah, senyum yang masih asing sampai akhirnya kau lambaikan tanganmu. Meninggalkan Bima, meninggalkan diriku yang masih terpikat akan keramahanmu. hanya sesaat bertemu, saat kau akan kembali ke Bogor.

Tak pernah menyangka perkenalan itu akan terus berlanjut hingga sekarang, hingga kau membaca tulisan ini. Aku bahkan tak mengerti kenapa hati ini teramat nyaman denganmu, berhari-hari berlalu dari perkenalan dan kita pun saling menyapa lewat sms dan telpon. Kita makin dekat, suara ceriamu membahana di relung hati. Padahal sungguh, aku bahkan lupa bagaimana wajahmu waktu itu. Hei hei hei jangan marah, aku tak memakai kacamata waktu itu dan tak mungkin langsung mengingat wajahmu yang baru ku lihat.


”Gak Narsis, gak eksis!!!”
Kalimat yang selalu mengingatkanku akan sosokmu. NARSIS, tak bisa dipungkiri ^_^v. Hal itu yang membuatku makin penasran ingin berjumpa kembali denganmu, masihkah kau ingat kala kutelpon waktu itu dan menanyakan kapan kau akan pulang liburan??! Dengan senyum sumringah aku menandai tanggal dimana kau akan pulang, ku tandai dengan spidol merah dan hari-hari setelah itu aku menghitung sisa waktu sampai akhirnya kita bertemu di penghujung Ramadhan.

Satu keanehan yang nyata berkenalan denganmu dan anak Tenze lainnya, kita tidak satu sekolah darimana kita bertemu dan bisa sedekat ini?! sampai sekarang pertanyaan itu hanya akan ku jawab dengan senyuman. Aku, dirimu dan anak Tenze lainnya ku rasa memang digariskan untuk berjumpa dengan cara seperti ini, aneh tapi bukankah ini teramat indah?? Andai dulu aku tetap memaksakan diri masuk di SMANSA atau SMANDU mungkin kejadiannya tidak seperti ini, dan mungkin aku tak bisa menyayangimu seperti ini.


Waktu, peristiwa dan amanah mendewasakan pemikiran kita (kita??? ^_^), kita melalui sepak terjang amanah dakwah di kampus masing-masing. Kau adalah salah satu yang membuatku terus bersemangat berjuang, menghadapi Bima dengan kompleksitas problem dakwah. Aku dan Bima menunggumu kembali, datang dengan kekuatan yang berbeda membangun Dana Ro Rasa, merealisasikan cita-citamu yang pernah kau utarakan untuk Bima. Aku akan terus bertahan, sampai kau pulang dan memelukku. Jadi tak usah kau risaukan keadaanku, aku akan baik-baik saja di sini dan ku harap kau pun sama.


“gpp kok. Yuni malah pengen’y Yuni aja  az trus yg jadi korban, drpd org lain. Kan kalo Yuni udah sdkit mengerti, tp klo org lain, kan blm tntu ngerti, ya g’?”
Sms mu di sore itu membuatku tergugu, ma’afkan aku yang terus membuatmu kalut, membuatmu terus menjadi korban kerapuhanku. Terimakasih telah berusaha memahamiku, menerimaku dengan kelapangan dada dan kesabaran yang luarbiasa. Ma’afkan aku yang begitu sombong, menutupi diri dan jarang bercerita kepadamu. Terimakasih, telah mengajariku untuk terbuka dan berbagi.
 
“dan Dia (Allah)  yang mempersatukan hati mereka (orang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada dibumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia  Maha Perkasa, Maha Bijaksana” (QS Al Anfal ; 63)

Dan sekarang aku melingkari dengan spidol merah bukan pada tanggal tapi pada bulan. Bukankah kau berjanji akan pulang di bulan desember??! Aku dan Bima akan tetap menantimu (Ssssstt.. juga Tenzer yang lain) Bertemu denganmu adalah pilihan dan kesempatan, tapi menjadi saudaramu adalah suatu kebahagiaan dan melihatmu tersenyum adalah buah ukhuwah yang tidak ternilai.
Tetap kuat, tetap Istiqomah.
Ana uhibbukifillah…
Kau adalah kupu-kupu yang mempercantik bunga matahari ^_^

Rabu, 11 Mei 2011

SENYUM KIKI (part I)

kiki tampak berbeda hari ini. wajahnya yang terbiasa ceria terlihat begitu murung dan seperti tak ada gairah untuk melakukan apapun. bibi tetangga samping rumahnya pun terheran-heran melihat ekspresi gadis itu ketika melewati rumahnya. tidak biasanya ia tidak menyapa dan melempar senyuk kepada orang-orang yang ia temui. kiki memang seorang gadis yang sangat ramah dan periang, siapapun yang ia temui pasti akan disapa atau paling tidak disenyumi olehnya. entah apa yang sedang ia pikirkan saat ini.
kemurungan kiki bermula sesaat setelah kiki menerima pesan singkat dari rekan seorganisasinya yang yang berisi pengakuan bahwa ternyata menyimpan hati pada kiki. saat kiki menceritakan hal ini kepada  mama yang sekaligus menjadi sahabat dan tempat curhatnya, ibunya kemudian memberikan tanggapan yang menurut kiki tidak sesuai dengan keinginannya.
"yaudah sayang, kamu kan sudah 20 tahun sekarang. itu artinya kamu sudah dewasa dan mama juga tidak akan melarangmu lagi untuk lebih dekat dengan teman lelakimu" komentar mama mengawali perbincangan pagi itu.
"tapi bukan itu masalahnya ma, selama ini kiki mengenal dia sebagai seorang yang baik, pemalu dan sangat bagus akhlak dan agamanya. kiki bisa seperti sekarang ini pun karena sering dinasehati oleh beliau, tapi kenapa sekarang beliau seperti ini?" ujar kiki sambil menghela nafas, karena kecewa.
"mungkin kiki memberikan perhatian atau perlakuan yang berbeda ke teman kiki itu?" selidik mama.
"perasaan kiki sih g' ma, mama kan tau sendiri gimana karakter kiki. kiki g' pernah ngebedain beliau dengan teman2 kiki yang lain." elak kiki sambil mengerutkan dahinya. "yaudah ma, kiki berangkat dulu. takut terlambat kelas, dosennya kali ini killer ma". lanjut kiki sambil mencium tangan mama'y dan segera berjalan keluar rumah.
sepanjang perjalanan kiki tidak sempat melihat siapapun. ia sibuk dengan pikirannya sendiri, mencari tahu apa yang salah dari prilakunya selama ini, sehingga Kamal berani menyatakan sesuatu yang seharusnya tidak ia ungkapkan kepada kiki. akhirnya kiki mengambil kesimpulan bahwa, sikap periang dan ramahnya kepada setiap orang termasuk laki-laki itulah yang menjadi penyebab utama terjadinya "tragedi" ini. alhasil, selama berada di kampus, ia hanya menyapa dan berinteraksi dengan teman-teman wanitanya saja, dan memperlihatkan sikap acuh tak acuh dan tidak peduli kepada teman-teman lelakinya.
ia sengaja tidak mendatangi sekret organisasinya hari itu karena sedang tidak ingin bertemu Kamal. kiki memutuskan untuk duduk di musholah saja sambil menunggu kelas berikutnya dimulai. akan tetapi Kiki terkejut saat mengangkat matanya dan melihat sosok Kamal dihadapannya. seketika kemarahannya memuncak dan ingin sekali segra pergi dan menghilang dari tempat itu.
"assalau'alaikum, ki.. apa kabar?" sapa kamal
"walaikum salam, Alhamdulillah lagi fisiknya sehat, tapi tidak dengan hati saya". jawab kiki ketus.
"maaf ya ki atas pengakuan saya subuh tadi, tapi memang seperti itulah kenyataannya". ujar Kamal lagi.
mendengar kata-kata itu, ingin sekali rasanya kiki memarahi kamal. namun kiki tidak ingin melakukan hal bodoh didepan umum, "saya ke mushola dulu ya mal" jawab kiki sambil meninggalkan kamal.
dimushola kiki kemudian shalat dhuha untuk menenangkan hatinya yang semakin kacau. air mata kikipun menetes ketika mengingat saat-saat ia bekerjasama dan berinteraksi dengan Kamal. ia ingat dengan kata-kata nasehat dari guru ngajinya, "menjaga diri itu bukan hanya dengan menutup aurat saja, tapi perilaku dan sikap serta tutur kata kita pun harus dikontrol. karena itu semua adalah cermin dari bagaimana keimanan dan hubungan kita dengan Rabb kita".
"apakah ini adalah tanda bahwa hubungan saya dengan Rabb saya sedang renggang, sehingga ada perilaku saya yang membuat Kamal melakukan hal ini? ampuni hamba ya Rabb, hamba tidak ingin hati ini ternodai lagi dengan cinta selainMU, hamba ingin mencinyaiMu secara sempurna ya Rabb." gumam kiki seiring dengan tangis penyesalannya yang semakin menjadi.

bersambung..

Senin, 09 Mei 2011

ahad ceria.. ^__^

ahad 8 mei 2011 yang sangat menyenangkan. aktivitas pagi diawali dengan kegiatan rutin berbagi cerita dengan orang tua lewat telephon (*namanya juga anak rantau) ba'da shalat shubuh dan tilawah serta membaca al ma'tsurah, energi untuk membuka hari yg indah pun terisi. aktivitas pertama dipagi itu adalah bertemu dengan "opa" teman sekelasku ketika masih duduk di bangku SMA, bliau adalah mahasiswa di universitas brawijaya n menjabat sebagai mentri di bem kampusnya. kedatangannya ke kampusku adalah untuk menjalankan tugasnya sebagai mentri (*g' penting jg sih dy dtng unk apa, yg penting qt bs reunian). wlpun hanya aku dan temanku (puput) serta adk kelasku (iqbal) saja yg bisa mnemui opa pagi itu, tp tdk membuat kami berdua gentar dan lantas mundur (*kaya' lg perang az), kami lalu menyusuri jalan setapak menuju student centre IPB krn opa menginap disana. singkat cerita akhirnya kami bertemu dan makan bubur ayam bersama (*krn saat itu aku sedang sakit dan msh harus makan bubur T_T), setelah itu kami mengajak opa jalan2 keliling ipb sambil ditemani oleh gerimis yg kadang2 mnjadi hujan (*namanya jg bogor, kota hujan). mulai dari asrama, al hurriyyah, sampai FPIK (*karna opa adlh mahasiswa FPIK). opa sangat kagum melihat IPB trutama al hurriyyah, sampai2 bliau minta di foto didepan alhur walaupun saat itu ada yg sedang senam nusantara dihalaman alhur. akhir pertemuan dengan opa memang tidak begitu mnyenangkan krn aku harus segera mengambil konsumsi untuk acara tatsqif.

agenda berikutnya adalah tatsqif. diacara ini aku dan 5 temanku yg lain mendadak ditunjuk untuk menjadi panitia. seru sih, walaupun riweuh juga..
pada tatsqif kali ini sebenarnya tidak ada sesuatu yg berbeda, kecuali materi yang menjadi temanya "urgensi membangun keluarga dakwah". mungkin bisa dibilang materi yg disampaikan membuat para peserta tidak mengantuk bahkan tidak ingin berkedip mendengarkan materi ini (mungkin kecuali peserta yang sudah menikah, he.he.). saat materi disampaikan, kadang aku merasa malu karna masih banyak sekali hal-hal yang belum kupersiapkan untuk masa depanku, terutama masalah kemandirian finansial. namun aku menjadi kembali optimis setelah mendengar perkataan ustadz bahwa "rezeki stiap orang sudah ditentukan oleh Allah, jadi jangan takut untuk menikah karena alasan finansial". (*kaya' udah mau nikah az)
sungguh ilmu yang didapat dari tatsqif kali ini membuat mata kami terbuka bahwa perbincangan tentang "pernikahan" seharusnya bukan menjadi sesuatu yang tabu untuk diperbincangkan, karna ini adalah masalah masa depan yg harus dilakukan "by design" bukan "by accident". so,, we must prepare all (*memotivasi diri sendiri). ada hal lucu diakhir acara, krn kami harus membereskan laptop2 yg digunakan untuk registrasi peserta dan dibawa pulang semuanya. diperjalanan kami merasa bahwa kami seperti maling laptop yg sedang bagi hasil saat membagi2 laptop untuk dibawa. dan seketika kamarku pun penuh dengan laptop yg aku sndiri pun g' tau milik siapa. nunggu diambil sama yg punya az deh.

agenda ketiga... trip to gunung bundar with my beloved sisters...
bagian ini yang paling kusuka. karna akhirnya aku memberanikan diri untuk ikut menjadi bagian dr kemacetan di dramaga kota bogor dengan mengendarai sepeda motor. padahal sebelumnya aku sangat anti untuk mengendarai sepeda motor di bogor, kurang suka dengan banyaknya angkot dan cara supir angkot mengendarai angkot dengan ugal-ugalan. tp smua menjadi terasa ringan dan menyenangkan karena ukhuwah dan ikatan hati kami (*so sweet.. ha,ha,,). diawali dengan makan siang bareng di ayam penyet bateng sambil menunggu motor sewaan datang, ber"curcol" ria, bercanda dan saling ngeledek, pokoknya rame deh (*namanya juga akhwat, he.he). memasuki jalan pintas menuju gunung bundar, kami mulai tancap gas, ngebut, bergaya seperti pembalap. tp kita (khususnya aku) lupa kalo didepanku ada jalan menanjak seperti gundukan jamping, dan saat aku melewati tanjakan itu dengan kecepatan tinggi, seketika aku dan fina terbang seperti punya sayap seketika. alhamdulillah kami tidak sampai terjatuh, dan jadilah sepanjang jalan kami tertawa krna merasakan sensasi dr kejadian itu. ha.ha..
penat dikepala terasa hilang saat melihat pemandangan yg terbentang disamping kiri dan kanan kami, tak bosan-bosannya kami menuji kebesaranNYA. subhanallah,, Allahu'akbar.. hijaunya tanaman sayur dikebun, kokohnya gunung yang dibalut pohon-pohon yang rindang dan berwarna hijau pula, sawah2 yang luas. sungguh mata ini jadi berbinar-binar melihatnya. sesampai di gunung bundar kami berusaha membantu panitia sebisa kami walaupun hanya memegang kacamata peserta atau mengoleskan minyak kayu putih ke tangan peserta yang kedinginan, tapi kami senang karena bisa melihat wajah saudara2 seperjuangan kami yang tersenyum tulus kepada kami. inilah salah satu alasan yang membuatku ingin selalu berada di jalan ini, karena kami semua berukhuwah, dan saling mencintai karena ALLAH (*smoga Allah memberkahi dan menguatkan ikatan ini).

agenda terakhir,, dinner with my beloved sisters..
sepulang dari gunung bundar kami mampir ke sebuah masjid untuk mampir shalat maghrib (*bnar2 merasa seperti menjadi musafir). ba'da shalat magrib barulah kami meluncur ke sebuah warung bakso yang ada di bateng untuk makan malam bersama. waaaaw,,, setelah lebih dari seminggu diharuskan mengkonsumsi bubur, akhirnya aku bisa kembali merasakan rasa makanan kesukaanku BAKSO (*seperti bebas dari penjara, ha,ha,,). seperti yg kuungkapkan sebelumnya, namanya juga akhwat jadi pasti rame. sampe2 tukang baksonya pusing kali ngelayanin pesanan kita (*maav y pak..). dan kebersamaan indah kami hari ini berakhir setelah bakso yg kami pesan habis. tp waktu seharian bersama my beloved sister benar-benar sangat menyenangkan. moment yg g' akan pernah terlupakan. lain kali kita akan mengukir cerita yang lebih indah lagi dipetualangan berikutnya. luv u all sista.. ^__^

*teruntuk saudari2ku tersayang,, smoga Allah mengistiqomahkan qt di jalan ini dan smakin menguatkan ikatan qt. amiin.. *__*

Kamis, 05 Mei 2011

back to masjid

teringat mas-masa indah diwaktu kecil dulu. berlari dan berkejar-kejaran dengan teman2 di halaman depan surau (alhmdulillah skrg sudah lebih luas dr sebuah surau). disana ku ukir kisah masa kecil dgn guratan warna yg berbeda dengan teman-temanku yg lain. disaat anak-anak lain dihadapkan dengan komik, maka kedua orangtuaku akan menyodorkan kepadaku iqro'. subhanallah manfaat yg kudapat kini, perbedaan itu sangat terasa dan terlihat saat aku tlah dewasa kini. alhamdulillah... ^__^
ternyata banyak hikmah yang bisa kita ambil ketika kita telah membiasakan diri kita berdekatan dengan "rumah Allah" seperti yg saya kutip dr sebuah buku pemberian teman yg berjudul PELEMBUT HATI karangan Muhammad Ahmad ar-Rasyid, sesungguhnya semua kebaikan itu hanya dapat di raih dari kebiasaan mendatangi masjid. perbendaharaan masjid adalah sebaik-baik bekal untuk lepas landas.
"barangsiapa yang biasa pergi ke masjid, dia meraih 8 pekerti yaitu:
ayat yang penuh hikmah
saudara yang berguna
ilmu yang baru
rahmat yang dinanti-nantikan
kalimat yang menunjukinya ke jalan hidayah
kalimat yang menghindarkannya dari kebinasaan
menjauhi dosa-dosa karena malu (kepada ALLAH)
menjauhi dosa-dosa karena takut (kepada ALLAH)"

beberapa penyair pun mengisahkan perjuangannya dengan kalimat2 indah berikut:
"mereka berjalan menuju ke rumah-rumah Allah manakala mendengar suara Allahu Akbar!! dengan penuh kerinduan, dengan hati yang senang"

"jiwa mereka tunduk dan patuh kepada Allah dengan hati yang khusyuk penuh etika kepada keagungan Allah dan dengan hati yang takut kepada-NYA"

"bisikan mereka mengatakan 'wahai Rabb kami, kami datang kepada-Mu dengan jiwa yang penuh ketaatan, dan menantang angan-angan yang memperdaya'"

"apabila malam menurunkan tabir kegelapannya, mereka menghidupkannya dengan shalat malam, sedang airmata yang deras mengalir dari mata mereka karena takut kepada ALLAH"

jadi, kenapa masih ragu untuk sering-sering berkunjung ke rumah ALLAH??
^__^