salam

Senin, 01 Agustus 2022

AKHIRNYA KUMENEMUKANMU


 Jika umumnya qt mendengar kalimat "30 hari mencari cinta", kisah qt lebih tepat diungkapkan dengan kalimat "30 hari menemukan cinta".

Yaa,,, aku menemukan cinta darimu.

Merasakan begitu banyak kasih sayang yg kau curahkan tak hanya untukku namun juga untuk Ziyad.

 

Yaa... aku menemukan cerminan diriku ada dlm dirimu.

Sedikit keras kepala tapi tak rela jika melihat org yang disayangi menderita.

 

Yaa,,, aku menemukan belahan jiwaku.

Lelaki yg selalu berhasil membuat kami tersenyum bahkan selalu tertawa bersama.

 

Yaa,,, aku menemukan imamku.

Seorang pria yg selalu dengan tegas mengingatkan jika salah, dan memuji sesuatu yg memang benar.

Laki2 yang mengimami shalatku, membersamai aktivitas dan keseharianku, bahkan tak sungkan menemaniku menghabiskan waktu dgn berbagai resep masakan di dapur.

 

Yaa,, ini baru tahap awal.

Kita baru saja memulai langkah kita sambil bergandeng tangan. Bahagia ini kuharap tak hanya sekejap dan sesaat. Kekaguman dan cinta ini ku dambakan akan kekal.

 

Impianku ingin kita menua bersama, duduk berdampingan mendengarkan ocehan cucu2 kita, bahkan kelak di syurga kau dan aku akan menjadi pasangan abadi. Aamiin ya Allah..

 

Maafkan jika istrimu ini masih seperti anak kecil, pundungan dan galak. Tapi, percayalah.

Hal benar yg kulakukan dalam hidup adalah saat aku memberikan hatiku kepadamu. Seseorang yg sangat special dlm hidupku.

#26042020

Kisah Raja dan Ratu Sehari dalam Kondisi Covid


MasyaAllah...

Maha suci Allah yang di tanganNYA lah hidup dan mati kami.

Kita telah merencanakan banyak hal untuk masa depan kita, termasuk untuk hari bersejarag 26 Maret 2020 nanti. Namun Rencana Allah tentu lebih indah untuk kita jalani.

Semua yg dibutuhkan dan disyaratkan sudah kami siapkan. Ibarat perang, semua senjata sudah kami kantongi, hanya tinggal menunggu datangnya hari H dengan persiapan yg rampung dan kami optimis. Tapi pemimpin pasukan memerintahkan kami untuk mundur, dan tanpa ada bantahan. Lalu apalah kami? Kami terima, kami ikuti dan kami pasrah. Ikhlas? Kami hanya manusia, kami masih harus belajar. Masih ada air mata dan kesedihan, beberapa kali keluhan dan berdecak tanda penyesalan dan kekesalan sempat terucap, Tapi kami kembali beristigfar. apalah daya kami yang hanya butiran debu ini?

 

Ikhlas itu ilmu tertinggi, krn memang sangat sulit unk dilaksanakan. Ujiannya berat, latihannya harus setiap saat.

“Tingkatan ikhlas yang paling tinggi adalah membersihkan perbuatan dari perhatian makhluk (manusia) di mana tidak ada yang diinginkan dengan ibadahnya selain menuruti perintah Allah dan melakukan hak penghambaan, bukan mencari perhatian manusia berupa kecintaan, pujian, harta dan sebagainya.”

 

Ampuni kami ya Rabb jika dalam setiap sikap dan perbuatan kami masih terbersit kecongkakan dan kesombongan.

 

Engkaulah sebaik2 tempat untuk kami kembali dan bersimpuh.

#Memori26Maret2020

#MengenangHariBahagia

#PernikahanDalamCovid

Kamis, 14 September 2017

PMBA DI KABUPATEN BIMA

Di indonesia, pola makan anak dan ibu hamil masih belum optimal. sehingga Indonesia masih menghadapi persoalan pola makan gizi tidak seimbang saat hamil, anemia, cakupan inisiasi menyusu dini dan cakupan ASI Ekslusif yang belum sesuai harapan serta makanan pendamping ASI yang hanya 42% anak usia 6-24 bulan yang memenuhi diet minimum yang dapat diterima dari segi kualitas dan kuantitas. Penelitian formatif menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan, sikap dan praktek ibu dan pengasuh tentang pemberian makanan pendamping ASI tidak memadai.
Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan praktek ibu dalam pemberian makan ibu, bayi dan anak adalah melalui konseling yang dilakukan oleh kader/tenaga kesehatan yang telah dilatih tentang modul pemberian makan bayi dan anak (PMBA). Selama pelatihan konseling PMBA, kader/konselor mendapatkan pengetahuan dan keterampilan konseling seperti keterampilan mendengar dan mempelajari dan keterampilan membangun kepercayaan diri dan memberi dukungan serta materi terkait pemberian makan ibu hamil dan anak usia 0-24 bulan. Hal tersebut membekali mereka dalam memberikan dukungan PMBA kepada ibu/pengasuh terkait pemberian makan bayi dan anak usia sesuai dengan rekomendasi yang telah diakui secara global. Selain melatih keterampilan dan meningkatkan kemampuan mereka secara mandiri setelah mengikuti pelatihan, kader dan para konselor PMBA juga membutuhkan dukungan dalam hal pemantauan dan penyelia fasilitatif untuk memastikan mereka dapat melaksanakan konseling dengan benar.
Hingga saat ini pelatihan PMBA telah dilakukan diberbagai wilayah di Kabupaten Bima, baik didanai oleh Pemerintah Kabupaten Bima, Unicef maupun MCAI. Ratusan petugas kesehatan dan kader telah dilatih PMBA yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Bima.
Lebih rincinya bagaimana proses peaksanaan PMBA di Kabupaten Bima dapat di lihat pada file berikut:

SELAYANG PANDANG PMBA KABUPATEN BIMA

Senin, 03 Juli 2017

MASIH TENTANGMU

Tiada kebahagiaan lain bagi seorang ibu adalah saat melihat anaknya tumbuh sehat dan selalu terpenuhi kebutuhannya.
namun, saat melihat sang buah hati bisa sadar tanpa dipaksa untuk berdiri dan shalat 5 waktu dgn tertib, adalah sebuah anugrah terindah dr Allah melebihi mendapatkan sebongkah berlian.
dan air matapun tanpa sadar menetes saat mendengarmu selalu berdoa untukku setiap usai shalat. bait2 doa yg keluar dr mulutmu seakan membuat beban di pundakku luruh tak bersisa.  tak bisa kuungkapkan betapa rasa syukur ini slalu dan slalu bertambah selama membersamai kau tumbuh nak.

"maka nikmat Tuhanmu yg manakah yg kamu dustakan?"

betapa ibu bersyukur karna Allah mempercayakan rahim ini unk mengandungmu, tangan ini menggendong dan membesarkanmu, dan raga ini mendampingimu sampai batas waktu yg Allah tetapkan.

sayang...
ibu berjanji tak kan lagi mengeluh meski raga ini lelah.
maafkan ibu yg terkadang tak sabar menghadapimu.
maafkan jika ibu terkadang tak dapat memenuhi setiap keinginanmu, bukan karna ibu tak mampu, tapi ibu hanya ingin kau mengerti bahwa setiap hal harus qt dapatkan dgn berjuang.

terima kasih nak, sudah menjadi anak yang baik. ibu merasa kau sudah sangat dewasa melebihi usiamu nak. kau tak segang mengusap air mata ibu dan meminta ibu unk tidak menangis lagi. selalu berusaha melindungi ibu dr siapapun yg membuat ibu bersedih. terkadang ibu merasa bersalah nak, karna membuatmu sebegitu jauh mengerti perasaan ibu. maaf dan terima kasih nak.

entah kenapa, apapun kisah yg ibu tulis tentangmu selalu membuat bulir di mata mengalir deras. semua itu adlh ekspresi haru n bahagia krn ibu memilikimu nak.

semoga Allah selalu menjagamu agar slalu dlm kebaikan, bersama org2 baik dan tumbuh menjadi anak yg sholeh, bertaqwa n berakhlakul karimah. aamiin...

*Bima, 3 Juli 2017
*Ummu_Ziyad

 #ZiyadSholeh
 #Alhamdulillah
 #SholehDanMensholehkan


Sabtu, 10 Desember 2016

ZIYAD MAU JADI KAYAK ABI

Suatu malam seperti biasa Ziyad sibuk bermain sendiri, berbicara sendiri,melompat-lompat, berlari-lari, dan berteriak-teriak ampai suaranya memenuhi seisi rumah. suasana itu sudah biasa saya dengar bahkan saya sudah sering menjadi "korban" tingah hebohnya ini. hehehe...

Saat ia bermain, Ziyad menemukan selembar sapu tangan didalam laci lemari saya dan menjadikannya alat permainan. dibuat jadi ikat kepala laaah, alas duduk laah, bahkan sampai dijadikan seperti handuk olehnya. Namun bukan itu yang menjadi fokus dari tulisan saya kali ini. Yang membuat hati saya teriris dan ingin menangis adalah ketika ia menghampiri saya seraya menyodorkan sapu tangan yang ia pegang dan berkata "ibu, buatin ziyad seperti abi"... yaaa Allah.. putraku yang mungil dan polos ini berhasil membuat mataku berkaca-kaca dan menghujaninya dengan puluhan ciuman yang sampai membuatnya terheran.

Sebagai seorang anak yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan saya (ibu nya) dan jarang sekali berjumpa dengan abi nya karena perpisahan kami, hati saya sangat terenyuh mendengar ucapan polosnya. Dengan waktu perjumpaan yang sangat jarang dan singkat, ternyata ada hal yang membuatnya teringat akan abinya.

dalam kondisi seperti ini terkadang saya merasa sangat bersalah pada putra kesayangan saya ini. karena keegoisan kami, dialah yang menjadi korban tidak mendapatkan kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tuanya. Namun saya berusaha menjadi ibu terbaik untuknya. memenuhi semua yang seharusnya ia peroleh seperti teman-temannya yang lain. Walaupun saya akui, saya tidak akan pernah dapat menggantikan sosok abi nya yang hilang dari hidupnya.

Saya sekarang hanya berusaha mendidiknya sebaik mungkin semampu saya untuk membuatnya menjadi anak yang kuat dan mandiri serta pemberani tanpa melupakan bagaimana harus memperlakukan wanita dan orang tua. saya berharap Dia bisa menjadi anak yang bertaqwa dan teguh iman islamnya, sehingga kelak dia bisa menghadapi dunia dengan penuh percaya diri. aamiin..

Rabu, 30 November 2016

IBU, ALLAH SAYANG NGGAK SAMA KITA?

Setelah mengulang-ngulang pertanyaan tenyang "dimana rumah Allah?", si sholeh Ziyad kembali bertanya tentang Allah. percakapan ini bermula ketika kami sekeluarga sedang makan bersama. Saya sendiri sibuk menyuapi Ziyad dan 2 sepupu kembarnya, tetiba ziyad nyeletuk,

"ibu, Allah sayang nggak sama kita?" sambil memainkan kain baju saya dan mengernyitkan dahi.
saya yang mendengar pertanyaan polosnya kemudian mengecup keningnya dengan penuh sayang dan bangga pun mencoba mencari jawaban sederhana. "Ziyad sayang, siapa sih yang ciptakan ziyad, ibu, nenek, kakek dan semua yang ada di dunia ini?"
ziyad pun menjawab dengan lantang "ALLAH".
Kemudian saya lanjutkan penjelasan saya :"berarti makanan yang kita makan sekarang, rumah tempat tinggal kita tinggal dan semua yg Ziyad punya sekarang adalah tanda kalau Allah sayang sama Ziyad dan Ibu. Mengerti sayang?"
"Iya Bu" jawab Ziyad.

Setelah puas mendengar jawaban saya, sejenak Ziyad terdiam dan makan dengan tenang. namun sesaat kemudian ia kembali gelisah dan bertanya "ibu, kenapa Allah nggak datang ke rumah kita?".
Sayapun kembali mengecup keningnya sambil memberikan penjelasan ringan kepadanya.
"Ziyad sayang, Allah bisa kitalihat nggak ya?" tanya saya.
"Dak Bisa Bu" jawabnya polos.
"Jadi sayang, Allah itu sebenarnya ada dan selalu datang ke rumah kita. apalagi ada Ziyad yang sholeh di rumah ini. Zitad tau nggak apa yang Allah Suka?" Tanya saya lagi.
"Apa Bu?" Ziyad kembali bertanya.
"Alah sangat suka pada org yang rajin shalat, rajin mengaji, taat pada orang tua dan selalu mengingat Allah." ungkap saya padanya.
Ziyad yang antusias mendengarkan pun kemudian mengangguk angguk sambil membuka mulutnya menerima nasi yang saya suapkan padanya.
Barakallah anak ibu yang sholeh, semoga engkau selalu dalam lindunganNYA dan teguh iman islam dalam hatimu. Aamiin.

Jumat, 11 November 2016

IBU, RUMAH ALLAH ITU DIMANA SIH?



Menyaksikan tumbuh kembang anak adalah hal yang paling menyenangkan dan menakjubkan. setiap tahapan rasanya sayang sekali untuk dilewati. Perkembangan bahasa, mulai dari mereka hanya bisa "nguing", mengucapkan "mamamama" atau "bububububu" sampai dengan mampu mengungkapkan keinginan dan perasaannya. perkembangan kognitif dimana mereka memiliki rasa ingin tahu yang sangat ber=sar. saat mereka menemukan hal baru mereka terus mengamati dengan antusias, kemudian terkadang diraih dan dimasukkan ke dalam mulutnya, sampai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana yang suit untuk dijawab. seperti pada hari itu ketika pulang kerja dan berusaha mengobati rindu sambil bercengkrama dengan lelaki kecil bernama Ziyad (3y3m). Tiba-tiba dia memanggil dan membuat mata ini fokus pada wajah polos dan seriusnya.

"ibu, Rumah Allah tu dimana sih?" terlihat sangat jelas rasa penasaran dari mimik wajahnya.

mendengar pertanyaan itu rasanya sangat bersyukur karena anak sekecil ini memiliki rasa ingin tahu tentang Penciptanya. sambil menata nan mencari kata-kata yang pas dan sederhana saya pun menarik badannya ke pangkuan sambil mencium pipi dan keningnya.

"Ziyad sayang, Allah itu ada di langit yang namanya Arasy. Allah berada bersama anak-anak yang sholeh seperti Ziyad. Ziyad mau jadi anak sholeh kan?" berharap jawaban itu dapat dimengerti oleh ziyad.
Namun rasa penasarannya belum selesai sampai disitu. ia pun kembali bertanya,
"ibu, ziyad bisa lihat Allah?" masih dengan wajah serius dan cool nya.
"sayang, Allah itu tidak dapat ziyad atau ibu lihat. tapi Allah bisa melihat semua yang kita lakukan. kalo ziyad nakal, nggak mau makan, nggak nurut sama orang tua, Allah bisa melihat semua itu. Kalo Ziyad berbuat baik seperti bantuini ibu, nurut sama orang tua, tidak bertengkar dgn teman, Allah bisa lihat semua itu. Ziyad ngerti?".
ziyad pun mengangguk tanda paham. namun saya merasa ini adalah kesem[atan yang baik untuk menjelaskan kepadanya hal yang lebih dalam lagi.
"ziyad tau? Allah itu sangat suka dan sayang kepada anak yang berbuat baik dan menyayangi sesama. tapi Allah tidak suka anak yang nakal, suka bertengkar, dan malas. Ziyad mau kan disayang sama Allah?".
dengan penuh semangat Ziyad menjawab "Mauuuuuuu... ibu, Ian (nama temannya) kan seuka nangis dan nakal. nanti dia nggak disayang Allah ya?".
sambil tersenyum dan mencium pipinya saya menjawab "betul sayang".

Obrolan sore itu membuat saya merasa sangat terharu dan bangga padanya. Hal ini pun membuat saya jadi lebih semangat untuk selau memperkaya ilmu tentang Allah sehingga mampu memjawab setiap pertanyaan Ziyad dengan baik dan bahsa yang sederhana. dan ini adalah tantangan yang sangat besar dalam mendidik anak.  Usia anak-anak adalah usia dimana mereka mampu merekam semua pengetahuan yang akan menjadi landasan mereka dalam menjalani kehidupan. jika kita sebagai orang tua salah keliru dalam mendidik mereka, maka keslahan itulah yang akan terekam dalam otak kecilnya. semoga kita mampu mendidik anak-anak kita menjadi generasi terbaik yang kuat imannya, teguh pendiriannya, bijak kata dan tindakannya, dan pastinya bertakwa kepada Allah. Aamiin.

#SalamSukses
#PendidikHebat
#PendidikSukses
#IbuHebat